Dispendikbud dan Dikmendiksus Tanimbar Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar

Dispendikbud dan Dikmendiksus Tanimbar Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar


Dispendikbud dan Dikmendiksus Tanimbar Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar

Posted: 01 May 2021 09:50 PM PDT

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bertepatan dengan Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Herman Joseph Lerebulan mendukung penuh konsep 'Mendeka Belajar'.

Konsep tersebut merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI). Dalam 'Merdeka Belajar' terdapat kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran.

"Memboboti Hardiknas tahun 2021 dengan tema serentak bergerak wujudkan merdeka, kami mensosialisasikan beberapa hal," kata Lerebulan kepada Lelemuku.com pada Minggu, 2 Mei 2021.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya sedang mendorong guru dan tenaga kependidikan agar segera mendapatkan vaksinasi Virus Corona (COVID-19) sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri antara Mendikbud-Ristek, Menteri Agama, Menteri kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Paduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Maa Pandemi.

Selain itu, Dispendikbud Tanimbar akan melakukan tiga program inovasi daerah di tahun 2021, yaitu Rumah Pintar, Taman Literasi dan Rumah Seni yang mengacuh pada visi dan misa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanimbar, yaitu 'Menjadikan Tanimbar yang Sehat, Cerdas, Wibawa dan Mandiri'.

Rumah pintar akan dilakukan di Tnyafar atau rumah kebun bertempat di Kecamatan Selaru ada 23 tempat dengan 7 titik pelayanan dan di Desa Arma dan Watmuri, Kecamatan Nirunmas ada 8 rumah kebun dengan 5 titik pelayanan.

Kemudian meningkatkan literasi siswa di luar jam belajar dengan menyiapkan taman literasi di lingkungan sekolah dan bersinergi dengan perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa serta perpustakaan daerah dalam pendistribusian buku.

Dispendikbud akan menobatkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tanimbar, Joice Fatlolon Pentury sebagai 'Bunda Literasi', yang sudah dimulai di taman kota saat hari anak nasional tahun 2020 dan lomba PKK di Meyano.

Lerebulan menambahkan program terakhir adalah meningkatkan kecintaan siswa akan budaya Tanimbar melalui rumah seni yang akan dimulai pada 3 titik zona, diantaranya Zona A di Selaru dengan titik pelaksanaan di Desa Lingat, Zona B di Desa Alusi Tamrian dan Zona C di Desa Romean.

"Ini prinsip yang akan kami buat sambil kita kita kerjasama dengan lembaga masyarakat adat tanimbar dan lembaga adat nusantara guna mendorong DPRD tetapkan perda tentang lembaga adat desa agar menjadi paying hukum kegiatan-kegiatan ini," tambahnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmendiksus) Tanimbar Pieter Liur. Memaknai Hardiknas di tahun 2021, Liur mengatakan pembelajaran terasa sangat berbeda dengan masa sebelum pandemi.

"Semua proses pembelajaran lewat virtual. Karena covid semua sektor pendidikan tidak 100 persen jalan, tetapi kami tetap berupaya untuk di Tanimbar berjalan sesuai dengan harapan dan program yang kami tentukan," sebutnya.

Liur mengungkapkan dirinya selalu memberikan semangat kepada para guru untuk tetap energik memberikan pengabdian yang terbaik, jangan putus asa dan harus mempunyai niat yang tulus dalam mencari inovasi pengajaran bagi kepentingan peserta didik di daerah yang merupakan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Ia berharap lewat peringatan Hardiknas 2021 dapat membangkitkan kembali ide-ide kreatif dan akan terus menjalin kerjasama dan berkoordinasi yang baik dengan Dispendikbud Tanimbar guna menghasilkan perubahan di dunia pendidikan.

"Semoga pendidikan di tanimbar tetap berjalan sesuai dengan harapan dan teristimewa peserta didik semua tetap sehat walalfiat," harap Liur.

Dalam pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas Tahun 2021 dengan tema 'Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar', Dispendikbud dan Dikmendiksus Tanimbar bergabung bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) secara virtual pukul 10.00 WIT.

Pelaksanaan upacara tersebut diikuti dari Aula Tut Wuri Handayani Dispenbud Tanimbar secara terbatas dihadiri oleh pejabat struktural baik di Dispenbud dan Dikmendiksus, Kepala Sekolah (Kepsek) dan perwakilan siswa tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) dan sekitarnya dengan mengenakan busana berbahan Tais atau Tenun Tanimbar.

Dalam amanat Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan momen Hardiknas 2021 tidak hanya sekadar memperingati hari lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Namun lebih dari itu, Hardiknas adalah momentum merefleksikan kembali langkah serta kebijakan yang telah dikerjakan dalam dunia pendidikan.

"Transformasi ini adalah tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang," kata dia.

Menteri Nadiem pun mengungkapkan empat upaya dalam memperbaiki sistem pedidikan di Indonesia, diantaranya perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen.

Ia menegaskan bahwa transformasi yang bermakna tersebut akan dikerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan.

"Sudah ada 10 episode merdeka belajar telah diluncurkan dan akan masih banyak lagi terobosan-terobosan merdeka belajar yang akan kami lakukan," ungkapnya. (Laura Sobuber)

Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2021 di Tanimbar

Posted: 01 May 2021 10:27 PM PDT

Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2021 di Tanimbar

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmendiksus) Tanimbar, Provinsi Maluku mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2021 bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) secara virtual pada Minggu, 2 Mei 2021 pukul 10.00 WIT.

Menurut Kepala Dispendikbud Tanimbar Herman Joseph Lerebulan hal tersebut telah tetuang dalam surat edaran Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dengan tema 'Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar'.

Pelaksanaan upacara diikuti dari Aula Tut Wuri Handayani Dispenbud Tanimbar secara terbatas dihadiri oleh pejabat struktural baik di Dispenbud dan Dikmendiksus, Kepala Sekolah (Kepsek) dan perwakilan siswa tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) dan sekitarnya dengan mengenakan busana berbahan Tais atau Tenun Tanimbar.

"Ini tidak terbuka, hanya terbatas sesuai dengan anjuran," ujar Lerebulan kepada Lelemuku.com.

Kepala Dikmendiksus Tanimbar, Pieter Liur mengatakan pelaksanaan Hardiknas tahun ini memang berbeda dari biasanya Karena masa pandemi, namun pihaknya bersyukur lewat momen itu pihaknya yang secara aturan dibawah Dispendikbud Maluku dapat merayakan Hardiknas bersama Dispendikbud Tanimbar.

Ia menyebutkan pihak sekolah SMA dan SMK di 8 Kecamatan lainnya tetap melangsungkan upacara bendera secara terbatas dan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

"Lewat hasil koordinasi bersama Kadispendikbud Lerebulan, kami pun melakukan upacara hardiknas ini. Berharap lewat momen ini pendidikan di Tanimbar dapat terus berjalan sesuai dengan tema merdeka belajar," harap dia.

Sementara itu, dalam amanat Mendikbud-Ristek Nadiem mengatakan momen Hardiknas 2021 tidak hanya sekadar memperingati hari lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Namun lebih dari itu, Hardiknas adalah momentum merefleksikan kembali langkah serta kebijakan yang telah dikerjakan dalam dunia pendidikan.

"Transformasi ini adalah tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang," pesan Nadiem. (Laura Sobuber)

Hardiknas Tahun 2021 Jadi Momen Refleksi Dunia Pendidikan

Posted: 02 May 2021 12:04 AM PDT


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmendiksus) Tanimbar, Provinsi Maluku mengikuti pelaksanaan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2021 bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) secara virtual pada Minggu, 2 Mei 2021 pukul 10.00 WIT.

Menurut Kepala Dispendikbud Tanimbar Herman Joseph Lerebulan hal tersebut telah tetuang dalam surat edaran Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dengan tema 'Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar'.

Pelaksanaan upacara tersebut diikuti dari Aula Tut Wuri Handayani Dispenbud Tanimbar secara terbatas dihadiri oleh pejabat struktural baik di Dispenbud dan Dikmendiksus, Kepala Sekolah (Kepsek) dan perwakilan siswa tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel)  dan sekitarnya dengan mengenakan busana berbahan Tais atau Tenun Tanimbar.

"Ini tidak terbuka, hanya terbatas sesuai dengan anjuran," ujar Lerebulan kepada Lelemuku.com.


Kepala Dikmendiksus Tanimbar, Pieter Liur mengatakan pelaksanaan Hardiknas tahun ini memang berbeda dari biasanya Karena masa pandemi, namun pihaknya bersyukur lewat momen itu pihaknya yang secara aturan dibawah Dispendikbud Maluku dapat merayakan Hardiknas bersama Dispendikbud Tanimbar.

Ia menyebutkan pihak sekolah SMA dan SMK di 8 Kecamatan  lainnya tetap melangsungkan upacara bendera secara terbatas dan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

"Lewat hasil koordinasi bersama Kadispendikbud Lerebulan, kami pun melakukan upacara hardiknas ini. Berharap lewat momen ini pendidikan di Tanimbar dapat terus berjalan sesuai dengan tema merdeka belajar," harap dia.

Sementara itu, dalam amanat Mendikbud-Ristek Nadiem mengatakan momen Hardiknas 2021 tidak hanya sekadar memperingati hari lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Namun lebih dari itu, Hardiknas adalah momentum merefleksikan kembali langkah serta kebijakan yang telah dikerjakan dalam dunia pendidikan.

"Transformasi ini adalah tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang," pesan Nadiem. (Laura Sobuber)


Richard Louhenapessy Lantik Saniri Negeri Latuhalat, Ajak Warga Bangun Kebersamaan di Negeri Adat

Posted: 01 May 2021 10:48 AM PDT

Richard Louhenapessy Lantik Saniri Negeri Latuhalat, Ajak Warga Bangun Kebersamaan
AMBON, LELEMUKU.COM –  Saniri pada pemerintahan negeri adat, memiliki kedudukan yang setara dengan Raja, karena sama – sama dilantik oleh Walikota, dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Camat di wilayah masing – masing.

Demikian disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, saat melantik Saniri Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe periode 2021- 2027, dan Pergantian antar Waktu (PAW) Saniri Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, sisa masa bakti 2017 – 2023, Jumat (30/4/2021) di Balai Kota.

Dijelaskan Walikota, dalam semangat kesetaraan tersebut, maka Saniri dan Raja harus membangun kebersamaan dan bahu-membahu dalam menjawab tantangan kemajuan zaman, yang sedang berkutat di era digitalisasi dan teknologi.

"Sekarang ini tantangan bersama kita adalah digitalisasi dan teknologi, sehingga kita harus membangun kerbersamaan antara Saniri, Raja, bahkan stakeholder utuk menjawab tantangan tersebut," kata Walikota.

Dirinya menilai, perbedaan pendapat yang terjadi di negeri adat antara saniri dan raja karena kepentingan subyektifitas masing – masing, menjadi penghalang dalam percepatan kesejahteraan masyarakat, dan upaya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia anak negeri sebagai substansi yang utama.

"Oleh sebab itu harus saling kerjasama, tinggalkan kepentingan subyektifitas kita, lalu mari kita lihat negeri sebagai potensi masa depan genarasi kita," ungkap Walikota.

Menurut Walikota, kerjasama antara Raja, Saniri maupun stakholder lainnya di negeri, juga harus terbangun dalam pemanfaatan dan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang merupakan kebijakan pemerintah  untuk membangun desa/negeri .

"Untuk itu kita patut bersyukur karena kebijakan pemerintah pusat ada Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang signifikan serta menjadi pendorong dan penggerak untuk percepat kesejahteraan masyarakat,"ujarnya.

Khusus kepada Saniri negeri Latuhalat yang dilantik, Walikota meminta agar dapat menopang tugas penjabat kepala pemerintahan guna proses penetapan calon Raja defenitif.

"Untuk Saniri Latuhalat tugas utama dan yang paling berat adalah penetapan calon raja defenitif, kita sepakat Raja dari mata rumah parentah, tapi siapa sosok yang dipercayakan, ini masih ada tarik menarik yang luar biasa karena kepentingan non prinsip," bebernya.

Walikota menjamin bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sama sekali tidak mengintervensi proses tersebut.

"Pemkot tidak pernah intervensi masalah ini, saya sudah pertemukan keluarga calon raja, tokoh agama sudah bergumul, namun belum ada keputusan, sehingga dengan pelantikan saniri hari ini, saya minta untuk back-up penjabat kepala pemerintahan,"ungkapnya.

Dikatakan Walikota, masa depan anak – anak negeri harus menjadi tanggungjawab utama, sehingga semua kepentingan pribadi atau keluarga harus dikesampingkan. Jika itu dilakukan maka proses mediasi untuk penetapan calon raja defenitif dapat berjalan dengan baik

"Saya rasa itu dapat disepakati saja dan diharapkan Saniri dapat memediasi dengan baik dengan penjabat untuk mempercepat penyelesaian," tandasnya. (diskominfoambon)



Rumah Inspirasi Iha Gelar Pesantren Inspirasi Ramadhan 1442 H

Posted: 01 May 2021 11:41 PM PDT


AMBON, LELEMUKU.COM - RUMAH Inspirasi Iha Ulupia wadah berbasis voluntir di desa/Negeri Iha-Kulur kecamatan Huamual kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar Pesantren Inspirasi Ramadhan 1442 H.

Pembukaan agenda tersebut ditandai dengan pelaksanaan buka puasa bersama di gedung TPQ As-Salam Iha Kulur, Jumaat (30/04/2021)

Rumah Inspirasi sendiri terkonsentrasi pada pendidikan anak dan remaja serta pemberdayaan sosial. Sejak diluncurkan tahun 2016 silam, Rumah Inspirasi telah memiliki Taman Baca Mayarakat (TBM) yang diperuntukan untuk melengkapi kebutuhan masyarakat.

Perihal agenda Pesantren Inspirasi 1442 H, Rumah Inspirasi disuport oleh Yayasan Insan Cerdas Sejahtera atau dikenal dengan sebutan Yayasan Indah.

Ketua Team Work, Ahmad Bidoyo Putuhena melalui pers rilis yang diterima media, mengakui pelaksanaan kegiatan tersebut baru digelar.

Dikatakan, pesantren inspirasi digelar untuk mengisi kekhidmatan ibadah terutama kepada anak-anak dan remaja di desa/negeri Iha Kulur.


"Pesantren Inspirasi Ramadhan dipandang efektif dalam hal membina karakter anak-anak dan remaja. Belakangan, kasus-kasus sosial selalu menimpa anak-anak membuat kami menitik beratkan target pesertanya adalah anak-anak dan kalangan remaja,"  papar Putuhena.

Pesantren  Ramadhan ini 1442  ini, kami selain memberikan edukasi/penggodokan seputar materi aqidah ahlak, juga kami memantapkan dengan kesadaran potensi diri serta perkuat solidaritas hidup orang basudara.

"Menjadikan anak-anak kami sadar akan kemampuan diri, memperkuat naluri kemandirian dan berahlaqul karimah, rajin belajar (membaca) diluar jam sekolah merupakan target capaian yang kami rancang," akui Putuhena.

Putuhena merincikan, peserta yang ditargetkan pihaknya, sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari 3 Sekolah Dasar dan 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Mts.

"Keseluruhan peserta difasilitasi dengan baju koko/piyama untuk putra dan jilbab untuk putri," pungkasnya.

Ketua TPQ As-Salam negeri Iha Kulur, M Yas'a Assawala memberikan apresiasi kepada Rumah Inspirasi atas agenda yang dilangsungkan tersebut.


Diakui, generasi muda perlu mengikuti kegiatan-kegiatan kreatif seperti itu. Mengingat tingkat kenakalan remaja serta sikap dipengaruhi kuat dengan kencangnya tecnologi.

"Kegiatan-kegiatan ini penting dilakukan. Kami tentu tertabntukan dengan komitmen Rumah Inspirasi yang dari tahun ke tahun tidak pernah sepi dalam aktivitasnya di negeri," akuinya.

Dirinya berharap, Rumah Inspirasi terus melakukan pengabdiannya demi menyelamatkan masa depan generasi.

"Terus berbuat dan berkarya. Insya Allah menjadi ladang amal untuk kita semu," pungkasnya.

Untuk diketahui, tema pesantren Inspirasi adalah, Ceria dan Cerita Ramadhan 1442 H – Menebar Rahmah, Menggapai Maghfirah Menuju Generasi Mardhotillah.

Top target yang dicanangkan berupa melakukan pendampingan ilmu dan nilai-nilai ke-Islam-an (Al-qur'an, Sholat, Puasa, Zakat/infak, haji dan sikap social anak soleh).
Melatih kemandirian, memupuk rasa  solidaritas hidup orang saudara, melatih kematangan keterampilan dan kampanye  literasi. (Laura Sobuber)

Badan POM Loka Tanimbar Uji Sampel Jajanan Takjil di Saumlaki

Posted: 02 May 2021 12:00 AM PDT


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Badan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Simon Sesa melakukan pemeriksaan uji sampel dengan menggunakan rapid test kit atau kit pengujian cepat terhadap takjil atau jajanan berbuka puasa.

Kegiatan khusus dalam rangka pengawasan pangan menjelang Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah (H) dan 2021 Masehi (M) itu dilakukan per minggu, yang sudah dimulai sejak Senin, 5 April 2021 dan akan terus berlanjut hingga Sabtu, 15 Mei 2021.

Pengujian diterapkan untuk 26 sampel dan dinyatakan jualan takjil di Saumlaki bebas dari Rhodamin B atau pewarna sintesis berbentuk serbuk Kristal yang dalam larutan akan berwarna merah terang, Methanyl Yellow atau zat warna sintesis untuk memberi warna kuning pada industry tekstil, Formalin dan Boraks yang bisa merusak fungsi organ tubuh, terutama hati dan ginjal.

"Sampai minggu ini sudah 26 sampel yang kita ambil dan akan berlanjut terus. Hasilnya semua  memenuhi syarat atau tidak mengandung bahan-bahan berbahaya," beber Sesa kepada Lelemuku.com pada Jumat, 30 April 2021.

Selain itu, terkait guna mengindari barang dagangan yang rusak, kadaluarsa dan tanpa ijin, ia meminta kepada para pedagang harus mempraktekan metode atau prosedur penyimpanan Last In First Out (LIFO) atau First In First Out (FIFO), yaitu cara penyimpanan barang di dalam gudang yang dilakukan dengan konsep barang yang datang terakhir yang digunakan terlebih dahulu.

Sistem ini umumnya digunakan untuk barang-barang yang kurang bisa bertahan lama atau bila disimpan dalam waktu lama akan rusak dan berkurang kualitasnya.

"Perhatikanlah cara ritel pangan yang baik, terapkan lifo atau fifo yang sesuai. Sehingga menghindari adanya pangan-pangan yang rusak dan kadarluarsa serta rajinlah untuk mengontrol barang," pesan Sesa. (Laura Sobuber)